Minggu, 29 Januari 2017

REKLAMASI TELUK JAKARTA



Haii teman-teman….. dalam penulisan kali ini saya akan memberikan sebuah pendapat saya mengenai Reklamasi Teluk Jakarta. Sebelumnya ada yang belum tau apa itu Reklamasi Teluk Jakarta?? Nah untuk yang belum tau akan saya bahas terlebih dahulu agar teman-teman menjadi mudah dalam membaca pendapat dan poster yang saya buat mengenai Reklamasi Teluk Jakarta ini. Jadi……….
 Teluk Jakarta, atau dikenal juga dengan sebutan Pantai Utara Jakarta, berada di sebelah utara Jakarta. Salah satu kawasan perairan di Jakarta ini secara geografis di sebelah barat berbatasan dengan Tanjung Pasir, sebelah timur berbatasan dengan Tanjung Karawang, dan di sebelah utara berbatasan dengan bagian luar Kepulauan Seribu. Tempat ini menjadi muara bagi sungai besar yaitu Sungai Ciliwung dan Sungai Cisadane serta 13 sungai yang berhulu di Bogor.
Teluk Jakarta adalah sebuah kawasan perairan yang kaya dengan hasil lautnya berupa hewan laut seperti ikan, kerang, kepiting, dan udang. Perairan Teluk Jakarta menjadi salah satu pemasok ikan dan hewan lainnya di Jakarta. Wilayah Teluk Jakarta juga menjadi tempat yang penting bagi masyarakat di pesisir Utara Jakarta yang mata pencahariannya adalah nelayan. Perkampungan nelayan sudah berdiri lama dan kehidupan mereka bergantung pada laut di Teluk Jakarta. Teluk Jakarta juga menjadi habitat bagi burung laut Cikalang Christmas. Bahkan, Teluk Jakarta pernah diusulkan untuk menjadi cagar alam karena menjadi habitat bagi burung laut Cikalang Christmas.
Pada tahun 1995, pemerintah pusat memaksakan proyek Reklamasi Teluk Jakarta dengan dikeluarkannya Keppres No. 52 Tahun 1995 tentang Reklamasi Pantai Utara Jakarta yang ditetapkan oleh Presiden Soeharto pada 13 Juli 1995. Keppres tersebut menetapkan Reklamasi Pantura sebagai satu-satunya jalan upaya penataan dan pengembangan ruang daratan dan pantai untuk mewujudkan Kawasan Pantai Utara sebagai Kawasan Andalan. Kawasan andalan diartikan sebagai kawasan yang mempunyai nilai strategis dipandang dari sudut ekonomi dan perkembangan kota.
Pada tahun 2003, Menteri Lingkungan Hidup mengeluarkan Surat Keputusan No. 14 Tahun 2003 tentang Ketidaklayakan Rencana Kegiatan Reklamasi dan Revitalisasi Pantai Utara Jakarta pada 19 Februari 2003. Dalam keputusan tersebut dinyatakan bahwa hasil studi AMDAL menunjukkan kegiatan reklamasi akan menimbulkan berbagai dampak lingkungan. Namun, Surat Keputusan tersebut kemudian digugat oleh 6 perusahaan pengembang yang telah melakukan kerjasama dengan Badan Pengelola Pantai Utara untuk melakukan reklamasi Pantura Jakarta. Gugatan tersebut mempermasalahkan dua hal pokok terhadap SK Menteri Lingkungan Hidup No. 14 Tahun 2003 yaitu Kewenangan Menteri Lingkungan Hidup menerbitkan keputusan ketidaklayakan lingkungan rencana reklamasi pantura jakarta dan kewenangan Menteri Lingkungan Hidup untuk mewajibkan instansi yang berwenang untuk tidak menerbitkan izin pelaksanaan Reklamasi Pantura. Dalam persidangan di PTUN tingkat pertama dan kedua, Majelis Hakim mengabulkan gugatan para pengusaha (Penggugat). Dalam tingkat kasasi, Majelis Hakim berhasil memenangkan Menteri LH dan Penggugat Intervensi lainnya. Namun di tingkat peninjauan kembali, Mahkamah Agung kembali memenangkan para pengusaha dan mencabut putusan kasasi. Putusan PK menyatakan dicabutnya status hukum keberlakuan SK Menteri LH No. 14 Tahun 2003 sehingga proyek reklamasi tetap dilanjutkan.
Pada tahun 2008 muncul Peraturan Presiden No. 54 Tahun 2008 tentang Penataan Ruang Kawasan Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, Bekasi, Puncak, Cianjur. Perpres No. 54 Tahun 2008 ini mencabut Kepres No. 52 Tahun 1995 dan Keppres No. 73 Tahun 1995 namun sepanjang yang terkait dengan penataan ruang. Kemudian pada tahun 2012, DPRD Jakarta mengesahkan Perda DKI Jakarta No. 1 Tahun 2012 tentang Rencana Tata Ruang Wilayah 2030 (Perda No. 1 Tahun 2012) yang menggantikan Perda No. 6 Tahun 1999 tentang Rencana Tata Ruang Wilayah Daerah Khusus Ibukota Jakarta yang habis masa berlakunya tahun 2010. Dalam Perda ini, ditetapkan jika Kawasan Tengah Pantura akan dijadikan lokasi program pengembangan baru di DKI Jakarta.
Pada tahun 2015, pembangunan di Teluk Jakarta mulai bergerak dengan dikeluarkannya izin reklamasi Pulau G, Pulau F, Pulau I, dan Pulau K. Masih ada sekitar 13 Pulau yang belum
Selayaknya pembangunan di kota-kota maju di dunia, proyek reklamasi teluk Jakarta juga menuai pro dan kontra dari berbagai pihak. Pihak yang setuju dan yang tidak setuju memiliki data dan pembelaan masing-masing.
Kubu pro terdiri atas Gubernur DKI para pendukungnya. Kubu pro beranggapan bahwa Jakarta butuh reklamasi karena berbagai alasan mendesak, antara lain Jakarta harus membangun tanggul raksasa (Giant Sea Wall) untuk mencegah banjir, Laut Jakarta sudah terlalu kotor, dan pembangunan hunian-hunian mewah harus tetap dilakukan untuk meningkatkan perekonomian kota. Sedangkan kubu kontra terdiri dari para aktivis lingkungan, nelayan, Bu Susi Pudjiastuti selaku Menteri Kelautan dan Perikanan, sejarawan, budayawan, pakar tata kota, pengamat, dan orang-orang lain yang tidak setuju.Mereka menilai proyek reklamasi tidak akan menyelamatkan Jakarta dari banjir sebab masalah penyebab utama banjir tidak diselesaikan, yaitu mengurangi penggunaan air tanah dalam yang menyebabkan penurunan tanah (land subsidence). Selain itu, proyek reklamasi akan merusak habitat asli tanaman bakau dan hewan-hewan langka yang ada di Jakarta Utara.
Dua pendapat di atas sama-sama memiliki dasar yang kuat, informasi tersebut bisa kita peroleh dari jurnal-jurnal ilmiah dan hasil penelitian berpuluh tahun yang lalu. Pendapat pertama mencontoh kesuksesan Belanda mereklamasi Rotterdam untuk menahan banjir serta proyek-proyek reklamasi lainnya di belahan dunia lain. Sementara pendapat kedua diakui oleh beberapa pakar dengan latar belakang pendidikan dan profesi terkait. Mereka lantang bersuara bahwa Indonesia, termasuk Jakarta dengan Kepulauan Seribu-nya, adalah negara kepulauan bukan negara-negara seperti yang dianalogikan oleh kubu pro reklamasi. Indonesia memiliki ciri khas alam dan budaya tersendiri yang tak bisa semena-mena digantikan dengan wajah glamor dan megah hasil impor dari negara lain.
Kemudian berikut adalah keuntungan dan kelebihan dari proyek reklamasi pantai utara Jakarta.
        I.            Keuntungan
·         Menambah luas daratan kota Jakarta, pulau baru tersebut bisa diisi dengan bangunan-bangunan baru yang bisa difungsikan untuk pemukiman, perkantoran, atau kegiatan-kegiatan lainnya.
·         Sebagai dinding pelindung daratan Jakarta yang sebagian ketinggiannya sudah rata atau bahkan dibawah permukaan air laut ketika terjadi pasang surut.
·         Sebagai lat untuk menambah pendapatan ekonomi bagi pemerintah daerah kota Jakarta.
·         Menciptakan lapangan kerja baru, karena prosesreklamasi sampai dengan pengoperasionalnya membutuhkan tenaga kerja yang tidak sedikit.
·         Sebagai bangunan pemecah gelombang sehingga dapat mengurangi erosi atau abrasi pantai Jakarta.
·         Sebagai ikon baru negara Indonesia, negara maritim yang sudah berhasil memanfaatkan laut secara maksimal.
      II.            Kerugian
·         Pulau buatan hasil reklamasi akan mengambil alih ruang yang tadinya diisi oleh air laut, akibatnya permukaan laut menjadi naik sehingga berpotensi menenggelamkan daratan di daerah lain yang rendah.
·         Air asin laut semakin masuk mengisi sungai-sungai didaratan sehingga berpotensi mengganggu ekosisten yang tidak tahan terhadap air asin, sungai-sungai tersebut bisa semakin tinggi permukaannya.
·         Merubah budaya hidup dan pekerjaan nelayan disepanjang pantai tersebut dalam mencari ikan di laut.
·         Menggangu keberadaan kehidupan laut di area reklamasi, seperti pepohonan, terumbu karang, ikan-ikan, juga aktivitas manusia yang terkait di dalamnya.
·         Tanah atau material yang digunakan untuk mengurug laut akan mematikan kehidupan didalamnya yang tidak tahan terhadap air asin, entah itu cacing, tanaman, atau hewan-hewan yang turut membantu keseimbangan alam.
·         Kota Jakarta semakin padat karena adanya tambahan jumlah penduduk yang tinggal atau beraktifitas dipulau-pulau baru hasil reklamasi.
Setelah kubu-kubu tersebut berdebat saya juga punya pendapat nihh, menurut saya :
  1. Proyek reklamasi di Teluk Jakarta tak layak dari aspek lingkungan. Jika alasan pemerintah provinsi beralasan meniru negara lain yang melakukan reklamasi, hal itu dianggap keliru. Bahkan dua negara yang telah mengerjakan reklamasi yakni Korea Selatan dan Jepang justru menyesal. Jika proyek reklamasi ini tetap diteruskan, dapat berdampak pada kematian makhluk hidup di dalam laut dan penurunan kecepatan arus yang membuat sirkulasi air tidak berjalan lancar.
  2. Reklamasi Teluk Jakarta juga tidak bermanfaat bagi lingkungan. Ada informasi bahwa reklamasi bisa mengurangi banjir, malah bisa memperparah. Dari sisi lingkungan reklamasi tidak bisa mencegah adanya banjir di pesisir, dan bisa mengurangi kualitas air di sekitarnya.
  3. Akibat peninggian muka air laut maka daerah pantai lainya rawan tenggelam, atau air asin laut naik ke daratan sehingga tanaman banyak yang mati, area persawahan sudah tidak bisa digunakan untuk bercocok tanam.
  4. Musnahnya tempat hidup hewan dan tumbuhan pantai sehingga keseimbangan alam menjadi terganggu, apabila gangguan dilakukan dalam  jumlah besar maka dapat mempengaruhi perubahan cuaca serta kerusakan planet bumi secara total.
  5. Kegiatan masyarakat di wilayah pantai sebagian besar adalah petani tambak, nelayan atau buruh. Dengan adanya reklamasi akan mempengaruhi ikan yang ada di laut sehingga berakibat pada menurunnya pendapatan mereka yang menggantungkan hidup kepada laut.
  6. Ketidakseimbangan ekosistem perairan pantai dalam waktu yang relatif lama akan berakibat pada kerusakan ekosistem wilayah pantai, kondisi ini menyebabkan kerusakan pantai.
  7. Akan mengakibatkan kehancuran ekosistem berupa hilangnya keanekaragaman hayati. Misalnya punahnya spesies mangrove, punahnya spesies ikan, kerang, kepiting, burung dan berbagai keanekaragaman hayati lainnya.
Inti dari beberapa pendapat saya tersebut adalah. Saya menolak atau tidak setuju dengan adanya Reklamasi Teluk Jakarta!!
Sumber



Sabtu, 23 April 2016

MAKNA & ARTI LAGU-LAGU DAERAH INDONESIA

Bangsa Indonesia merupakan bangsa yang memiliki propinsi, daerah, suku dan, kebudayaan yang beragam dan sangat banyak. Sebagai bangsa Indonesia kita harus saling mengenal kebudayaan tiap propinsi kita sebagai wujud rasa sayang dan cinta kita terhadap bangsa Indonesia ini. Salah satunya mengenal tentang lagu-lagu daerah. Yuk kita bahas guysss!!

1.    Judul    : Gundul – Gundul Pacul
Lirik :
gundhul-gundhul pacul-cul gembelengan
nyunggi-nyunggi wakul-kul kelelengan
wakul ngglimpang segane dadi sak latar   
wakul ngglimpang segane dadi sak latar
Bahasa       : Jawa
Asal Etnik   : Jawa Tengah
Makna & Arti    : GUNDUL2 PACUL CUL artinya orang yang dikepalanya sdh kehilangan 4 indera tersebut yang mengakibatkan sikap berubah jadi GEMBELENGAN (congkak). NYUNGGI2 WAKUL KUL (menjunjung amanah rakyat) selalu sambil GEMBELENGAN (sombong hati), akhirnya WAKUL NGGLIMPANG (amanah jatuh gak bisa dipertahankan) SEGANE DADI SAK LATAR (berantakan sia2, tak bisa bermanfaat bagi kesejahteraan rakyat)

2.  Judul    : Apuse
Lirik & Arti :
Apuse kokon dao                               (Kakek-nenek ku mau)
Yarabe soren doreri                           (Pergi ke negeri seberang, Teluk Doreri)
Wuf lenso bani nema baki pase       (Pegang saputangan dan melambaikan tangan)
Apuse kokon dao                               (Kakek/nenek aku mau)
Yarabe soren doreri                           (Pergi ke negeri seberang, Teluk Doreri)
Wuf lenso bani nema baki pase       (Pegang saputangan dan melambaikan tangan)
Arafabye aswarakwar                        (Kasihan aku, selamat jalan cucuku)
Arafabye aswarakwar                        (Kasihan aku, selamat jalan cucuku)
Bahasa        : Papua
Asal Etnik   : Irian Jaya
Makna        : Lagu Apuse mengisahkan tentang perpisahan seorang cucu dengan kakek neneknya. Apuse sendiri artinya kakek atau nenek.

3.  Judul    : Yamko Rambe Yamko
Lirik :
Hee yamko rambe yamko aronawa kombe
Hee yamko rambe yamko aronawa kombe
Teemi nokibe kubano ko bombe ko
Yuma no bungo awe ade
Teemi nokibe kubano ko bombe ko
Yuma no bungo awe ade
Hongke hongke hongke riro
Hongke jombe jombe riro
Hongke hongke hongke riro
Hongke jombe jombe riro
Arti :
Hai jalan yang dicari sayang perjanjian
sungguh pembunuhan di dalam negri
sebagai bunga bangsa
bunga bangsa, bunga bangsa, bunga bangsa
bunga bertaburan
bunga bangsa, bunga bangsa, bunga bertumbuh
di taman pahlawan
Bahasa       : Papua
Asal Etnik   : Irian Jaya
Makna       : Lagu tersebut adalah lagu tentang peperangan. Di lagu itu para pejuang Indonesia ingin menjadi bunga bangsa. Bunga bangsa itu adalah pahlawan. Yang rela berkorban untuk mempertahankan negara Indonesia ini dari para penjajah.

4.    Judul    : Rasa Sayange
Lirik :
Kalau ada sumur di ladang boleh kita menumpang mandi
Kalau ada umur panjang boleh kita bertemu lagi
Rasa sayange, rasa sayang sayange
Lihat Ambon dari jauh rasa sayang sayange
Rasa sayange, rasa sayang sayange
Lihat Ambon dari jauh rasa sayang sayange
Bahasa       : Melayu Ambon
Asal Etnik   : Maluku
Makna & Arti           : Lagu ini merupakan lagu anak anak yang selalu dinyanyikan secara turun-temurun sejak dahulu oleh masyarakat Maluku untuk mengungkapkan rasa sayang mereka terhadap lingkungan dan sosialisasi di antara masyarakat. Jika didengarkan, lagu ini layaknya seperti sajak atau pantun yang bersahutan, yang merupakan tradisi lisan orang Maluku. Oleh karenanya banyak versi dari lagu ini karena liriknya dapat dibuat sendiri sesuai maksud dan tujuan dari lagu tersebut.

5.  Judul  : Kicir – Kicir
Lirik :
Kicir kicir ini lagunya
Lagu lama ya tuan dari Jakarta
Saya menyanyi ya tuan memang sengaja
Untuk menghibur menghibur hati nan duka
Burung dara burung merpati
Terbang cepat ya tuan tiada tara
Bilalah kita ya tuan suka menyanyi
Badanlah sehat ya tuan hati gembira
Buah mangga enak rasanya
Si manalagi ya tuan paling ternama
Siapa saya ya tuan rajin bekerja
Pasti menjadi menjadi warga berguna
Bahasa      : Indonesia
Asal Etnik   : Jakarta
Makna          : Lagu kicir-kicir ini merupakan lagu yang termasuk dalam kebudayaan nasional, karena kebudayaan dapat merupakan tarian, lagu-lagu daerah dan alat musik yang dilestarikan.bangsa Indonesia merupakan bangsa yang paling beragam kebudayaannya dari mulai bahasa yang digunakan, pakaian adat sampai lagu-lagu dari tiap-tiap daerah pasti memilikinya.

6.  Judul : O Ina Ni keke
Lirik & Arti                :
O ina nikeke mangewisako            (Oh ibu mau ke mana)
Mange aki Wenang                         (Mau pergi ke Manado)
Tumeles waleko                               (Membeli rumahmu/kue)
Weane, weane, weane toyo           (Berikan, berikan, berikan sedikit)
Daimo siapa kotare makiwe          (Sudah tidak ada lagi, kamu baru minta)
Bahasa       : Manado
Asal Etnik   : Sulawesi Utara

Makna          : Lirik yang menyebutkan sebagai rasa kasih sayang dari ibu kepada anak yang disayanginya. Namun ternyata anak justru melihat rasa kasih sayang tersebut sebagai ungkapan rasa kemanjaan sehingga tidak adanya timbal balik rasa sayang yang terjalin dari hubungan ibu dan anak tersebut.

Nah..... berikutnya saya akan membahas makna dari lagu-lagu yang berasal dari propinsi Jambi.
Jambi merupakan propinsi yang memiliki lokasi yang sangat strategis dan termasuk propinsi yang memiliki sumber alam yang melimpah di kawasan Pulau Sumatra. Oleh karena itu, Jambi memiliki daya tarik yang kuat bagi para perantau, baik perantau dari dalam maupun dari luar negeri.
Banyaknya perantau yang tinggal di Jambi tidak menjadikan budaya jambi sirna. Masih banyak budaya Jambi yang bisa kita jumpai. Salah satunya adalah lagu daerah Jambi. Hampir setiap daerah di Jambi memiliki lagu masing-masing.
Lagu-lagu Jambi memiliki ciri khas tersendiri, yaitu setiap liriknya nyaris menyerupai pantun. Apa saja lagu-lagu yang berasal dari Jambi? Berikut ulasannya.

1.  Injit-injit Semut


Injit-injit semut merupakan lagu anak-anak yang berasal dari daerah Jambi. Lagu ini biasa dinyanyikan untuk mengiringi anak-anak bermain. Permainannya sangat sederhana, yaitu dengan mencubit punggung tangan temannya.
Jika temannya merasa sakit, maka tangannya naik keatas dan balik mencubit. Begitu seterusnya. Nah, bagi yang paling tahan dengan cubitan, dia akan memenangkan permainan.

2. Selendang Mayang


Salah satu lagu daerah Jambi ini memiliki makna tentang ketangkasan dalam menjalankan tugas. Jadi, seseorang dalam melakukan suatu tugas, seperti saat bekerja harus tangkas dan cekatan dalam bekerja.
Lagu putri muaro Jambi merupakan lagu daerah Jambi yang berasal dari kabupaten muaro Jambi, lagu ini diciptakan oleh Heri Yusdi dimana dalam lagu ini menceritakan tentang perjalanan seorang putri dari muaro Jambi, berikut adalah lirik lagu tersebut.
3.  Timang Timang Anaku Sayang

Lagu Timang Timang Anaku Sayang ini sering digunakan oleh orangtua untuk menidurkan anaknya. Biasanya, sebelum tidur, lagu ini dinyanyikan oleh orangtua agar anaknya lekas tidur. Makna dari lagu ini juga cukup mendalam. Didalamnya terdapat sebuah doa orangtua untuk anaknya agar kelak hidupnya bahagia.

4. Dodoi Si Dodoi


Sama halnya dengan lagu timang timang anakku sayang yang biasanya dinyanyikan untuk pengantar tidur sang buah hati. Lagu dodoi si dodoi juga dinyanyikan orangtua untuk menidurkan anaknya. Namun, lagu ini tidak hanya untuk mengantarkan anaknya tidur, tapi juga sang ibu bercerita mengenai kegelisahannya. Berharap anaknya dapat mendengar dan mengerti.

5. Batanghari


Lagu batanghari ini cukup terkenal dan menjadi lagu andalan Jambi. Lagu ini juga menjadi salah satu ikon Jambi. Memalui lagu ini meyakinkan setiap orang bahwa Jambi merupakan negeri pantun. Karena dalam lirik lagu ini terdapat pantun yang sangat mengesankan.

Sumber :

http://www.satujam.com/lagu-daerah-jambi/

WAWASAN NUSANTARA

A. Pengertian Wawasan Nusantara
Wawasan nusantara adalah sebuah cara pandang dan sikap bangsa Indonesia dimulai dari lingkungannya dan mengutamakan persatuan serta kesatuan wilayah dalam kehidupan bermasyarakat,  dan bernegara.
Wawasan nusantara adalah sikap dan cara pandang warga negara Indonesia yang didasarkan pada UUD 1945 dan Pancasila. Dalam menjalankan wawasan nusantara, diutamakan untuk memenuhi kesatuan wilayah dan menghargai perbedaan yang ada untuk mencapai tujuan nasional. Indonesia adalah negara kepulauan yang memiliki banyak daerah bahkan pulau yang masih belum berpenghuni. Banyaknya suku bangsa dan kebudayaan yang berbeda membuat negara Indonesia kaya dengan beragam asetnya. Perbedaan ini menjadikan Indonesia sebagai negara yang luas dan memiliki banyak keragaman dari ujung Aceh hingga Papua.
Meskipun berbeda, Indonesia bisa bersatu karena memiliki Pancasila dan dan UUD yang bisa menyatukan perbedaan tersebut sehingga sikap bangsa Indonesia bisa menghargai satu sama lain. Dengan begitu kita harus memiliki sikap dengan toleransi yang cukup tinggi dan menghargai setiap perbedaan yang ada.

B. Aspek Wawasan Nusantara

·         Aspek kewilayahan nusantara
Aspek ini memperhatikan daerah, wilayah nusantara dimana Indonesia memiliki kekayaan sumber daya alam dan keanekaragaman jenis flora dan fauna.
·          Aspek sosial budaya
Yang kedua dari aspek wawasan nusantara adalah sosial budaya dimana kita harus menghargai setiap budaya yang berbeda yang dimiliki oelh berbagai daerah di Indonesia. Dengan begitu mencegah adanya konflik intern antar warga negara. Jadi perbedaan yang ada di Indonesia harus menjadi senjata untuk membuat negara ini semakin maju dan bersatu sehingga Indonesia semakin kuat dan kokoh.


C. Hakikat Wawasan Nusantara
Hakikat wawasan nusantara adalah keutuhan nusantara dimana cara pandang yang ada dalam nusantara untuk mencapai keutuhan nasional. Jadi hakikat wawasan nusantara adalah dimana sikap dan tidak kita menunjukkan bahwa kita adalah warga negara Indonesia yang memiliki peran penting untuk memajukan Indonesia. Dengan begitu setiap orang bisa berpartisipasi dalam kesatuan negara Indonesia. Hal ini bisa mencegah perpecahan antar warga negara yang sering menimbulkan masalah dalam negara. Oleh karena itu dengan berpedoman pada wawasan nusantara kita bisa menjaga keutuhan bangsa dengan mendukung pembangunan nasional yang sesuai dengan tujuan nasional. Kondisi ini diwujudkan untuk mencapai tujuan nasional yang berhasil.

D. Fungsi Wawasan Nusantara
1. Mampu menjaga konsepsi ketahanan nasional dimana konsep pembangunan nasional, pertahanan kemanan dan kewilayahan.
2. Wawasan pembangunan yang memiliki cakupan politik, kesatuan ekonomi bahkan kesatuan sosial dan politik yang berdampak pada kesatuan pertahanan dan keamanan.
3. Wawasan pertahanan keamanan dimana wawasan nusantara bisa menjaga keutuhan dan kemananan negara yang menjadi kekuatan negara.
4. Dan yang terakhir adalah wawasan wilayah yang berkaitan dengan perbatasan negara.

E. Implementasi Wawasan Nusantara
Wawasan Nusantara sebagai Pancaran Falsafah Pancasila Falsafah Pancasila diyakini sebagai pandangan hidup bangsa Indonesia yang sesuai dengan aspirasinya. Konsep wawasan nusantara berpangkalan dasar Ketuhanan YME sebagai sila pertama Pancasila yang kemudian melahirkan hakikat misi manusia Indonesia yang menjabarkan sila-sila berikutnya. Wawasan nusantara sebagai aktualisasi falsafah Pancasila menjadi landasan dan pedoman bagi pengelolaan kelangsungan hidup bangsa Idonesia.


F.   Hakikat Wawasan Nusantara.
Hakikat Wawasan Nusantara adalah:
Keutuhan Nusantara atau Nasional, dalam pengertian : Cara pandang yang utuh menyeluruh dalam lingkup nusantara dan demi kepentingan nasional.Ini berarti, setiap warga bangsa dan aparat negara, harus berfikir, bersikap dan bertindak secara utuh menyeluruh dalam lingkup dan demi kepentingan bangsa dan negara Indonesia.
·         Wawasan Nusantara dalam Pembangunan Nasional
·         Perwujudan kedaulatan nusantara sebagai satu kesatuan politik.
·         Perwujudan kedaulatan nusantara sebagai satu kesatuan ekonomi.
·         Perwujudan kedaulatan nusantara sebagai satu kesatuan sosial budaya.
·         Perwujudan kedaulatan nusantara sebagai satu kesatuan pertahanan keamanan.

G.   Penerapan Wawasan Nusantara
Salah satu manfaat paling nyata dari penerapan wawasan nusantara, khususnya di bidang wilayah, adalah diterima konsepsi Nusantara di forum internasional, sehingga terjaminlah integritas wilayah teritorial bangsa Indonesia.Pertambahan luas wilayah sebagai ruang hidup tersebut menghasilkan sumber daya alam yang cukup besar untuk kesejahteraan bangsa Indonesia.

Pertambahan luas wilayah tersebut dapat diterima oleh dunia international termasuk negara-negara tetangga.Penerapan Wawasan nusantara dalam pembangunan negara di berbagai bidang tampak pada berbagai proyek pembangunan sarana dan prasarana komunikasi dan transportasi.Penerapan di bidang sosial budaya terlihat pada kebijakan untuk menjadikan bangsa Indonesia yang satu tetap merasa sebangsa, setanah air, senasib sepenanggungan dengan asas Pancasila.

Penerapan wawasan nusantara di bidang Pertahanan Keamanan terlihat pada kesiapsiagaan dan kewaspadaan seluruh rakyat melalui Sistem Pertahanan Keamanan Rakyat Semesta untuk menghadapi berbagai ancaman bangsa dan negara.

Sumber :
http://genggaminternet.com/wawasan-nusantara-dan-pengertian-wawasan-nusantara/
http://asnimardini.blog.com/2013/05/06/tulisan-tentang-contoh-kondisi-implementasi-wawasan-nusantara/